Mendesak Kapokrestabes Medan Keluarga Tolak Kesimpulan Bunuh Diri dan Minta Transparansi
Keluarga korban menolak kesimpulan sementara dari kepolisian. Ayah kandung WLG menyatakan kematian anaknya bukan bunuh diri. Ia menduga ada tindakan kekerasan sebelum kejadian tersebut. Ia menunjuk luka lebam di wajah dan mata. Terdapat juga bekas luka di leher akibat pencekikan.
Sobambowo selaku paman korban ikut buka suara. Ia menyebut keluarga tidak pernah mendapat kabar perceraian.
“Sebelum peristiwa letusan tembakan itu, anak kami di duga mendapat kekerasan,” ucapnya.
Ia menilai banyak kejanggalan dalam proses penanganan kasus ini. Keluarga menyoroti keterlambatan informasi tentang peristiwa tersebut. Pihak keluarga juga tidak di izinkan melihat jenazah awalnya. Belum ada permintaan visum untuk keperluan autopsi lanjutan.
“Kejanggalan ini membuat kami meragukan hasil penyelidikan awal,” tegas Sobambowo.
Keluarga meminta polisi bekerja secara terbuka dan hati-hati. Mereka berharap kebenaran terungkap tanpa ada yang di tutupi.
Tokoh Masyarakat dan Praktisi Hukum Soroti Pernyataan Polisi
Yohanes Simanjuntak dari Humas Madani VivaVoce angkat bicara. Ia menilai pernyataan Kapolrestabes terlalu cepat disimpulkan.

















