detak news – DAIRI. Konflik Lahan Pangguruan Memanas, Pemerintah Tekankan Jalan Damai.
Pertemuan mediasi sengketa lahan di gelar di Sumbul. Lokasi pertemuan di Kantor Camat Sumbul. Waktu pelaksanaan Rabu, 2 September 2026 pukul 13.00 WIB. Mediasi bertujuan meredam konflik puluhan tahun. Konflik terjadi di Dusun III Tombak Lama Desa Pangguruan menjadi titik perselisihan utama.
Pertemuan di hadiri Forkopimca Kecamatan Sumbul. Hadir Camat Sumbul Rinto Hutauruk. Kapolsek Sumbul juga ikut mendampingi mediasi. Kepala Desa Pangguruan Muksin Sinaga hadir. Perangkat desa dan tokoh masyarakat turut hadir. Dua kelompok yang bersengketa juga di undang yaitu Kelompok Tani Tombak Ganda Jaya dan Kelompok Kajiman Sihotang.
Also read :
Sengketa Lahan Di Sumbul Memanas, 2 Kelompok Saling Lapor
Undangan resmi di terbitkan pemerintah kecamatan. Tanggal undangan 26 Agustus 2026 lalu. Hal ini menyusul memanasnya perselisihan tanah. Tanah yang di sengketakan atas nama Kajiman Sihotang.
Warga Sampaikan Aspirasi Dan Upayakan Perdamaian
Dalam diskusi warga menyampaikan pandangan masing-masing. Mereka mencari kejelasan terkait persoalan lahan. Upaya jalan damai terus di kedepankan semua pihak. Konflik ini sudah berlangsung puluhan tahun. Puncaknya terjadi bentrokan fisik. Bentrokan terjadi Sabtu, 29 Agustus 2026. Akibatnya ada korban luka di kedua pihak.

Pasca bentrokan, kedua kelompok lapor polisi. Laporan resmi di buat ke Polres Dairi. Polisi kini sedang proses penyelidikan. Kepala Desa Muksin Sinaga beri pesan.
“Ambillah langkah positif, ikuti proses hukum. Jangan lakukan tindakan merugikan dan anarkis,” katanya. Ia menegaskan kedua kelompok masih satu rumpun.
“Masih satu generasi Oppung di Pangguruan,” tegasnya.
Camat Rinto Hutauruk juga berpesan tegas. “Ini negara hukum, tempuh jalur hukum. Jangan bertindak sewenang-wenang dan tahan emosi,” ujarnya.

















