Warung Remang Picu KDRT Dan Rusak Mental Generasi
Menurut Pos Manik, tempat itu merusak mental generasi muda. Perilaku anak muda juga ikut terpengaruh negatif. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga meningkat di desa. Angka perceraian juga naik akibat keberadaan tempat tersebut.
Warga Dusun Bulu Didi terus mengeluhkan suara musik keras. Musik menggelegar hingga dini hari dan mengganggu istirahat warga.

Para pekerja sering berdiri di tepi jalan raya. Mereka melambai dan memanggil pengemudi yang melintas. Tindakan itu di duga untuk menarik pelanggan masuk.
Hal ini mengganggu ketertiban umum dan tidak pantas. Jalur nasional seharusnya steril dari aktivitas seperti itu. Warga merasa tidak nyaman dan resah setiap malam.
Tanah Adat Tercoreng, Kades Minta Tutup Permanen
Pemangku Tanah Ulayat Berin Angkat juga menolak tegas. Ia memperingatkan tempat itu jadi sarang pelacuran terselubung. Penjualan minuman keras juga di duga bebas di sana. Ada potensi peredaran narkotika di sekitar lokasi usaha.
“Ini tanah adat kami,” tegas Berin Angkat.
Ia meminta agar nama baik desa tidak di coreng. Adat istiadat Desa Tanjung Mulia harus tetap di jaga. Ia khawatir kriminalitas akan meningkat di wilayah tersebut.

Keamanan dan ketertiban masyarakat juga terancam terganggu. Risiko penyebaran HIV/AIDS di khawatirkan menjangkiti warga desa

















