Beberapa bagian tubuhnya terdapat luka sudah bernanah. Kaki kanannya juga mengalami luka bernanah. Tim medis masih terus memantau perkembangan AGP.
Pelaku Kekerasan Adalah Bibinya Sendiri
Dari keterangan intens AGP terungkap fakta menyayat hati. Pelaku penyiksaan di duga adalah bibinya sendiri berinisial RS.
“RS adalah orang yang paling di takuti AGP,” jelas AKP Syahril. “Sehingga anak ini takut untuk melaporkan.”
AGP mengaku sering mengalami kekerasan di rumah. Ia tidak berani bercerita karena ancaman dari pelaku. Kondisi psikis AGP juga masih trauma berat. Petugas PPA terus melakukan pendampingan psikologis.
Tidak hanya AGP, adiknya AP 6 tahun juga jadi korban. AP mengalami kekerasan dan luka-luka akibat perbuatan RS. Dengan demikian ada dua korban dalam kasus ini.
Kedua bocah kini sama-sama di rawat di RSUD Sidikalang. Dokter memastikan keduanya mendapat perawatan intensif. Dinas P3A Dairi juga menyiapkan rumah aman. Mereka akan di tempatkan di tempat aman setelah pulih.
Polisi Dalami Motif Kekerasan Terhadap Anak
Saat ini RS sudah di amankan ke Sat Reskrim Polres Dairi. Ia menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Penyidik Unit PPA mendalami motif kekerasan tersebut.
“Terkait motif serta kronologi sedang di dalami mendalam. Kita tunggu hasil penyelidikannya,” tutup AKP Syahril.


















Respon (2)