detaknews – Jakarta. Kebijakan Prabowo Di nilai Memberatkan Rakyat Kecil.
Anggaran Jumbo Program Prioritas Picu Kekhawatiran Publik
Sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuai sorotan. Kritik datang dari ekonom, buruh, dan masyarakat sipil. Mereka menilai beberapa kebijakan kurang berpihak pada rakyat kecil.
Sorotan utama tertuju pada program makan bergizi gratis. Anggarannya mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.
Baca juga :
Kepsek SMPN 6 Di laporkan Dugaan Selewengkan BOS
Banyak pihak menilai alokasi itu terlalu besar.
Akibatnya ruang fiskal untuk sektor lain menyempit. Subsidi pendidikan dan kesehatan di khawatirkan tergerus.
Ekonom mengingatkan risiko defisit anggaran melebar. Defisit berpotensi mendorong kenaikan utang negara.
Utang yang besar akhirnya di bebankan kepada rakyat. Melalui pajak dan pemangkasan subsidi lainnya.
Di sisi lain, kebijakan kenaikan PPN menjadi 12 persen memberatkan.
Kenaikan itu berlaku untuk sejumlah barang dan jasa.
Daya beli masyarakat kelas menengah bawah menurun. Harga kebutuhan pokok ikut terdongkrak naik. Masyarakat merasa pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran.
Gelombang PHK dan Kebijakan Ketenagakerjaan Di pertanyakan
Situasi ketenagakerjaan juga menjadi catatan serius. Data PHK di sektor manufaktur terus meningkat.







