Sekolah tersebut adalah SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama. Kedua sekolah ini juga menerima MBG dari SPPG Kodim yang sama. Untuk jumlah korban SMP, data lengkapnya belum di peroleh secara pasti.
Pihak Dinas Pendidikan masih mendata jumlah siswa SMP yang terdampak. Kelima sekolah tersebut memang menerima pasokan dari dapur yang sama. Dapur tersebut adalah SPPG Kodim 0205/Tanah Karo yang di kelola Yayasan MKJ.
Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Karo. Pemkab meminta agar pengawasan kualitas makanan MBG di perketat lagi.
Evaluasi Total Program MBG Di Kabupaten Karo
Pemerintah daerah akan melakukan audit terhadap seluruh SPPG di Karo. Hal itu untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi. Program MBG seharusnya menyehatkan siswa, bukan malah meracuni siswa.
Baca juga :
Masyarakat berharap ada transparansi hasil uji laboratorium makanan tersebut. Orang tua murid meminta pertanggungjawaban dari pengelola SPPG dan pihak terkait. Mereka khawatir kejadian serupa terulang dan membahayakan anak mereka.
Hingga berita ini di turunkan, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Aparat kepolisian juga turun melakukan penyelidikan terkait kasus keracunan massal ini. (Jumar)

















