Dandim Dan Bupati Pantau Korban Di Rumah Sakit
Setelah mendapat informasi keracunan, Dandim langsung bergerak ke lapangan. Ia mendatangi sekolah yang siswanya di duga mengalami keracunan massal tersebut. Ia juga langsung menuju rumah sakit tempat korban di rawat.
Dandim bersama unsur Forkopimda memantau kondisi para murid yang keracunan. Bupati Karo yang kebetulan seorang dokter ikut melakukan pemantauan.
Beliau menyampaikan kondisi korban tidak ada yang signifikan dan berbahaya. Bupati memastikan semua korban akan pulih dengan sebaik-baiknya. Hal itu di sampaikan Bupati saat konferensi pers di rumah sakit.
Dandim mengatakan pihaknya fokus pada penanganan kesehatan para korban terlebih dahulu. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG tersebut. Evaluasi di lakukan bersama Yayasan MKJ dan pihak mitra terkait. Tujuannya agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus memberikan keterangan. Ia menyebut menu MBG hari itu adalah sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis. Ia menduga penyebab keracunan berasal dari gulai ikan dencis tersebut.
Dugaan tersebut masih perlu pembuktian melalui uji laboratorium makanan. Sampel makanan telah di ambil untuk diperiksa lebih lanjut.
Total 269 Siswa SMA SMK Keracunan MBG
Data sementara mencatat 269 murid SMA dan SMK mengalami keracunan MBG. Rinciannya 204 murid dari SMAN 1 Berastagi mengalami gejala keracunan. Kemudian 25 murid dari SMA Swasta Bersama juga mengalami hal sama. Selanjutnya 40 murid dari SMK Swasta Bersama ikut keracunan.
Gejala yang dia lami berupa mual, muntah, pusing, dan diare. Para murid langsung di larikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan. Selain ratusan siswa SMA dan SMK, ada siswa SMP yang keracunan. Dua sekolah SMP di laporkan siswanya juga mengalami keracunan serupa.

















