Awak media hubungi Camat Tigalingga. Camat Saut Marganda Sinaga lewat WhatsApp. Camat berjanji memanggil Kades ke kantor. Namun setelah dua jam menunggu, Kades tak datang.
Camat juga membenarkan kabar pengunduran diri. TPK Ferry Hutapea dan Sekdes Fransiska Y br Sembiring. Surat pengunduran diri sudah di terima kecamatan.Saat di tanya alasannya, Camat enggan menjelaskan.
Pengunduran diri dua pejabat kunci ini. Justru membuat kecurigaan warga semakin dalam. Warga mempertanyakan ada apa di balik itu. Apakah Dana Ketapang fiktif dan tidak sesuai RAB. Apakah ada penyimpangan yang tak bisa di pertanggungjawabkan.
Warga Desak Inspektorat Dan APH Turun
Masyarakat minta lembaga terkait segera turun. Inspektorat Kabupaten Dairi di minta memeriksa. Dinas PMD juga di harapkan ikut turun. Aparat penegak hukum di minta mengusut tuntas. Jika tidak ada penjelasan transparan, warga ancam lapor.
“Jangan sampai anggaran desa di pakai semena-mena,” tegas warga. “Kalau tidak di jelaskan terbuka, kami lapor ke APH,” lanjutnya.
Warga ingin kepastian hukum di tegakkan. Mereka tidak ingin dana desa di salahgunakan.
Also read :
Hingga berita ini di terbitkan, Kades bungkam. Kepala Desa Lau Bagot Sunardi belum beri penjelasan. Tidak ada klarifikasi terkait dugaan penyimpangan. Warga kini menunggu langkah dari pemerintah.
Program Ketapang untuk ketahanan pangan desa. Jika di selewengkan, dampaknya ke masyarakat luas. Bantuan bibit jagung bisa gagal total. Transparansi anggaran menjadi tuntutan utama warga. Kasus ini masih dalam pantauan masyarakat Lau Bagot. (tim-Rait)


















Respon (1)